LSG – Bab 2

Sedikit tambahan, mumpung hari sabtu.

Typo finder plz.


Bab 2 – Tanpa Melunasi

“Dua botol vaksin, tetes obat level rendah, sebotol darah serigala hitam, tiga botol bubuk talek, tiga buah daging jantung harimau, sisa uangnya untuk memberi kuda hitamku kandang, pastikan memberi makan kudaku. Aku membutuhkannya besok!”

Di depan kasir, pemuda berpakaian hijau dan hitam menaruh sekantung kecil penuh koin.

Kulitnya pucat, tulang pipinya lusuh, meski begitu keseluruhan tampangnya tampan, terlebih kedua bola matanya, yang serasa memiliki kemampuan untuk mengetahui pikiran orang lain.

Seorang pelayan tua mengintip ke kantung koin dan berkata, “Suyun, daging harimau memang berkhasiat, tapi kau masih tingkat enam, kualitas kultivatasimu tidak mencukupi untuk mengkonsumsinya. Hati-hati dengan energi spiritual yang ada dalam daging itu! Aku dengar-dengar kau pernah pergi ke penguasa prefektur dan terluka, jika kau memakan daging harimau, kau hanya cari mati! Apa kaumasih benar-benar ingin membelinya?”

“Cepat sediakan dagingnya.”

Suyun tidak menjelaskan.

“Dia benar-benar tidak punya rasa takut.” Pelayan tua tersebut menggelengkan kepala sembari menyiapkan pesanannya.

Setelah beberapa lama, semua bahan telah diletakkan di atas kasir.

“Tiga koin sukma untuk botol vaksin, lima koin sukma untuk tetesan obat level rendah, dua koin sukma untuk botol darah serigala hitam, satu koin sukma untuk bubuk talek, sepuluh koin sukma untuk daging jantung harimau, ditambah penitipan kuda, totalnya tiga puluh lima koin sukma! Penitipan kuda lebih dari seminggu biayanya akan bertambah! Jika kuda mengalami luka, sakit atau terbunuh, kompensasi akan dibayar sesuai prosedur.”

Saat pelayan tua menjelaskan, Suyun membuka kantung koinnya dan menemukan tepat tiga puluh lima koin sukma, tidak lebih atau kurang sama sekali.

“Besok pagi, aku mungkin akan kembali untuk membeli bahan-bahan lain.”

Setelah selesai bertransaksi, bergegaslah ia meninggalkan toko itu.

Melihat pemuda itu cepat pergi, si pelayan tua merasa heran, “Anak ini, dia jarang sekali pergi kemari. Kenapa sekali datang langsung membeli bahan-bahan aneh dan bahkan menyewa kuda? Untuk apa bahan-bahan itu?”

Suyun pergi meninggalkan toko. Dia membawa bahan-bahan yang menghabiskan semua uangnya.

Cara paling mudah untuk mendapat koin sukma adalah dengan bekerja pada keluarga atau marga. Tapi butuh sebulan untuk mendapatkan lima puluh koin sukma.

Sebelumnya, Suyun tidak pernah terfokus pada pekerjaan apa pun untuk mendapat uang, karena ia mengandalkan uang dari Qing Er.

Di depannya, terdapat jalan berliku, yang terlihat tak terbatas, rata dengan batu perunggu, di atasnya ada ilustrasi griffin megah, yang tampak nyata. Di kedua sisinya, terdapat sebuah pondok usang, dengan dipenuhi jamur yang tumbuh bertahun-tahun.

Semua pejalan kaki yang menggunakan jalur tersebut memikul kayu bakar, ember atau barang-barang pengangkut. Wajah mereka penuh dengan keseriusan dan kegelisahan. Itu adalah jalan yang sangat ramai.

Tidak semua yang berada di wilayah Marga Su berhubungan dengan keluarga tersebut. Beberapa hidup untuk menghindari perang, berlatih kultivasi atau menghindari hukuman yang mereka perbuat di suatu tempat. Mereka hanya tinggal di wilayah Marga Su, mengikuti peraturan dan berjuang hidup di dunia yang kejam dan keras ini.

Latihan kultivasi sangat sederhana di tempat ini. Tempat kultivasi hanyalah lahan terbuka, yang dikelilingi batu-bata di sekelilingnya. Lahan itu sangat butuh perbaikan. Di sekitarnya, banyak stan kecil yang menjual bahan-bahan kultivasi tingkat awal.

Tidak ada obat spiritual, tidak ada penjual barang berharga. Hanya ada satu pengajar yang datang setiap tiga hari sekali. Bukan melebih-lebihkan jika disebut bahwa berlatih kultivasi di tempat ini sangatlah sulit.

Meski begitu, Marga Su memberi kesempatan untuk memasuki Sekte Terluar.

Peraturan Marga Su: Jika ada yang kultivasinya mencapai tingkat ke-10, mereka memenuhi syarat untuk masuk ke Sekte Dalam.

Segera setelah memasuki Sekte Dalam, mereka akan dihadiahi rumah baru  dan diijinkan memilih senjata dari gudang persenjataan. Setiap bulan, mereka akan diberi lima pil spiritual kualitas baik dan dua ratus koin sukma. Mereka juga diperbolehkan memasuki area kultivasi tingkat lanjut dan mengakses teknik-teknik tingkat lanjut. Pada dasarnya semakin tinggi kultivasi semua semakin mudah.

Ini adalah perbedaan terbesar antara Sekte Luar dan Dalam!

Karena inilah, meski hidup susah di sekte luar, banyak orang yang berusaha keras untuk meningkatkan tingkat kultivasi untuk memasuki sekte dalam.

“Suyun!”

Sejenak, terdengar panggilan dari samping pandangannya.

Suyun melihat orang-orang dengan beberapa tempelan lencana, berjalan ke arahnya.

Mereka adalah anggota utama Marga Su. Lencana di dada mereka merupakan identitas mereka di wilayah Marga Su. Tugas mereka adalah menjaga ketertiban di dalam sekte luar.

Suyun tidak pernah menyangka petugas pengawas adalah orang-orang ini.

Suyun tidak mengenali mereka, karena Marga Su sangat besar, banyak orang yang tidak pernah berinteraksi dengannya. Jadi, jika memanggil orang lain hanya dengan sebutan paman atau mas (kakak). Tetapi, dia mengenali satu orang.

Salah satu kepala Marga Su adalah Ayah Suguimu. Ayahnya yang mengatur bagian keuangan. Ada juga kasino yang dioperasikan secara diam-diam oleh Marga Su yang diatur oleh ayahnya. Sayang, Suyun banyak membuang uangnya di sana.

Suyun tidak menyukai Suguimu, karena Suguimu sering menipu Suyun dari perjuadian yang curang. Ketika Suyun menyadarinya, semuanya telah terlambat.

Saat Suguimu mendekati Suyun, seringai muncul di wajahnya.

“Suyun! Aku dengar kau diusir dari rumahmu!”

Suyun tetap terdiam.

“Tut, tut, tut, sepertinya kau sedang kebingungan.” Suguimu melihat dari atas ke bawah pakaian Suyun.

“Apa maumu?” Ujar Suyun.

“Haha! Bukan apa-apa. Kau hanya masih berutang dua ribu koin sukma padaku. Aku tidak tahu kapan kauakan mengembalikan uangnya!” Suguimu berkata dengan kejijikan yang terciprat dari matanya.

“Aku tidak punya uang!”

“Tidak punya uang!” Raut Suguimu seketika itu berubah gelap. Dengan kasarnya ia berkata, “Beraninya kau berutang padaku dan kau masih belum bisa membayarnya! Apa kau tahu akibatnya jika kau tidak bisa mengembalikannya?”

“Aku tahu.”

“Cepat bayar kalau begitu!”

“Sudah kubilang aku tak punya uang!”

“Kau .…” Amarah Suguimu memuncak. Tapi seketika itu hilang dan diganti senyum licik, sembari dia menepuk Suyun, “Lupakan! Kau hanya berutang sedikit padaku. Aku akan memberimu waktu lagi!”

Waktu lagi? Ini pasti bukan hal yang bagus.

Setelah itu, Suguimu menarik Suyun hingga dekat dan mengatakan, “Tapi, saudaraku, tidak ada di dunia ini yang gratis. Bagaimana jika kau membantu saudaramu ini, seperti aku yang sudah membantumu? Bagaimana jika kau membantuku untuk mengajak Qing Er ke perjamuan makanan, dan aku akan menghilangkan dua ribu koin sukma utangmu? Aku bahkan bersedia memberi seribu koin lagi.

“Jamuan makan?” Suyun mengerutkan dahi.

“Aku tidak meminta lebih. Hanya perjamuan makan!” Suguimu tertawa, “Qing Er sangat berbakat, aku sangat mengaguminya! Aku hanya ingin lebih mengenalnya!”

“Tapi kudengar kau pernah meracuni minuman seorang perempuan yang kauajak makan, dan ayahmu memperkosa dia! Karena kuasa ayahmu yang membebaskan dia dari hukuman setiap waktu! Sekarang kau juga ingin memperkosa Qing Er?!”

“Kau … beraninya memfitnahku, ayahku sangat terhormat, aku tidak bersalah!” Wajah Suguimu memerah, dan berteriak pada Suyun, “Apa kau bersedia membantuku? Kalau tidak, kembalikan uangku sekarang!!”

“Masih belum!”

Suyun menjawab Suguimu dengan memandang tepat dihadapannya.

“Aku bersumpah akan membunuhmu!” Suguimu menjadi sangat marah, dan mengarahkan tinjunya tepat ke Suyun.

Suyun dengan hati-hati melangkah mundur dan menghindari tinju itu.

“Hanya tingkat enam sombong sekali! Kepung dia! Aku harus memastikan bahwa dia dihukum hari ini!” Teriak Suguimu.

Dari belakang Suguimu, orang-orang mulai mengepung Suyun, menutup celahnya untuk melarikan diri.

Tetapi, Suyun sama sekali tidak gugup, dia menanggapi, “Suguimu, aku tidak ingin ayahmu dipecat dari jabatannya. Jika kau tidak menginginkannya, singkirkan orangmu dan pergi dari sini!”

“Bah! Kau bisa apa? Kau baru saja diusir dan berani menentangku?” Suguimu menyeringai dangan menghina.

“Aku mungkin tidak bisa apa-apa, tapi jika aku memberitahu kepala keluarga besar, kaupikir bisa lolos dari hukuman?”

Mendengar kata-kata Suyun, Suguimu tertawa terbahak-bahak.

“Menggelikan! Suyun, kaumasih tak mengerti? Lihatlah dirimu. Mau menghadap kepala keluarga? Mungkinkah beliau akan mendengarkan ucapanmu? Kau berada di sekte luar, saat ini kau bahkan tidak berhak masuk sekte dalam. Kau masih ingin mengadu ke kepala keluarga? Hahahahaha, lucu sekali!”

Mendengarnya, Suyun dengan tenang menjawab, ”Bukan aku, tapi bagaimana dengan Qing Er?”

“Qing Er? Si jalang itu! Siapa peduli?”

“Apa kau yakin?”

“Apa? Kaupikir aku tidak berani?”

“Murid sekte dalam, apa kau benar-benar ingin mencari masalah dengan mereka?”

“Murid sekte dalam?” Suguimu tertegun sejenak. Meski dia yakin tentang sekte dalam, beberapa murid istimewa seperti Qing Er punya banyak bekingan. Dia tidak tahu kalau Qing Er berteman dengan murid dengan tingkatan tinggi di sekte dalam. Kerut wajah Suguimu semakin tampak.

Suyun tidak berbasa-basi, dia secara langsung menyerang menggunakan status Qing Er sebagai murid sekte dalam.

Suguimu kelihatan kehilangan percaya dirinya setelah dia memikirkan lebih lanjut.

Seperti yang Suyun katakan, dia tidak sanggup menggusar teman Qing Er.

Bahkan jika Qing Er berbohong, pengurus sekte dalam masih akan mendengarkan keluhannya.

Jika benar ada penyidikan, mereka pasti akan tahu, dan seluruh keluarganya akan celaka, terutama dia dan ayahnya. Terlalu banyak yang terlibat, kasino pasti akan bangkrut setelahnya. Keluarganya mungkin akan hancur.

Melihat Suguimu yang bingung, Suyun memutuskan untuk pergi.

“Aku belum punya uang.”

Sebuah suara terdengar di udara.

Suguimu mengadu giginya, tapi tidak berkata apa-apa.

Namun, masalah ini tidak bisa selesai begitu saja ……..